Pluralisme Imlek di Bitung 

Pluralisme Imlek di Bitung 

Minggu kemarin saya mendapat kertas selebaran dari wali kelas anak saya kalau sekolah akan libur sejak tanggal 27-30 Januari 2017. Katanya karena libur Imlek.

Sekolah anak saya adalah sekolah swasta kristen tapi kebanyakan muridnya keturunan Tionghoa, itulah mengapa sekolahnya libur selama beberapa hari untuk merayakan Imlek.

Ingat Imlek saya jadi kangen kampung halaman. Sudah hampir 8 tahun saya tinggal di Tangerang, belum sekalipun saya melihat prosesi Cap Go Meh di sini padahal di dekat rumah ada sebuah klenteng. Dengar-dengar sih suka ada pertunjukkan barongsai di halaman klenteng. Tapi waktu saya selalu gak pernah bertepatan.

Saya ragu kalo tahun ini bakal ada perayaan Cap Go Meh di klenteng dekat rumah, mengingat isu agama dan suku sedang panas di Indonesia, khususnya di ibukota. Semoga sih gak ada efeknya. Tapi pasti perayaannya tak akan semeriah atau sebebas tahun-tahun sebelumnya.

Beda sekali rasanya dengan perayaan Imlek di kota kelahiran saya, di Bitung. Selalu dirayakan secara besar-besaran dan meriah layaknya pesta rakyat.

Saya ingat sekali dulu setiap ada perayaan Cap Go Meh. Satu persatu orang-orang akan keluar dari rumah dan mulai mengerubuti pinggir jalan. Tua, muda, miskin, dan kaya. Tak peduli latar belakang dan agama semua kumpul jadi satu hanya untuk menyaksikan prosesi Cap Go Meh.

Jalan di depan rumah saya termasuk beruntung karena sering menjadi rute penting untuk bermacam kegiatan. Dari gerak jalan tiap bulan Agustus, pawai pembangunan, sampai prosesi Cap Go Meh. Gak perlu repot-repot nyari spot bagus buat nonton. Cukup angkat kursi dan pindahin ke halaman rumah, sudah bisa melihat iring-iringan prosesinya.

Perayaan Cap Go Meh sendiri hanya bisa dilakukan setelah mendapat restu lewat sembayang Poa Poei umat Tridharma pasca perayaan Imlek dikabulkan oleh Tuhan. Kalo gak dapat restu ya gak akan ada prosesi Cap Go Meh. Karena itu perayaan ini tidak rutin setiap tahun.

Selain diadakan pembersihan alat-alat dan perlengkapan prosesi Guang Siau, sembayang Poa Poei juga bakal menentukan apakah encepia bisa keluar atau tidak.

Encepia atau tang sin dipercaya sebagai duta Allah. Makna dari seorang tang sin adalah untuk membasmi hawa kotor sebagaimana simbol Yin Yang. Positif dan negatif harus selaras jika tidak akan mendapat bencana. 

Rute Cap Go Meh di Bitung biasanya dimulai dari Klenteng Seng Bo Kiong mengitari ruas jalan depan SMKN 2 Bitung turun ke depan kantor DPRD Bitung dan Marinir Bitung, kemudian melintasi  jalan Sam Ratulangi di depan kantor Walikota Bitung, dan kembali ke klenteng. 

Klenteng  Seng Bo Kiong sendiri dibangun tahun 2000. Berada di Kelurahan Kadoodan, Kecamatan Madidir, Bitung. Sekitar 3 km dari pusat kota Bitung. Klenteng ini disebut sebagai klenteng terbesar di Timur Indonesia.

Perayaan Cap Go Meh di Bitung tidak hanya dimeriahkan oleh umat Budha dan keturunan Tionghoa saja. Dari agama dan suku lain pun turut berpartisipasi. Mereka turut ambil bagian dalam memamerkan unsur budaya dan keagamaan untuk memeriahkan prosesi Cap Go Meh.

Dari iring-iringan mobil-mobil hias, barongsai, penampilan penari kabasaran, ogoh-ogoh, sampai musik bambu. Di tengah dan akhir iring-iringan biasanya diisi dengan penampilan dari encepia. Ini menjadi atraksi kunci yang paling dinanti oleh semua orang yang menonton di jalan. 

Kalo sudah kangen sama kampung halaman kayak gini, yang bikin terhibur itu malah broadcast berantai yang isinya kayak gini:

  • Datanglah ke Manado/Bitung saat Cap Go Meh tiba, lihatlah semua ruah jadi satu menyaksikan arak-arakan dalam kegembiraan tanpa membedakan suku, agama dan latar belakang.
  • Datanglah ke Manado/Bitung saat Ramadan tiba, lihatlah puluhan orang mengantri membeli takjil tanpa melihat ada yang berkalung salib atau memakai sorban.
  • Datanglah ke Manado/Bitung saat Natal, lihatlah panitianya termasuk saudara yang beragama muslim karena mereka ingin membantu menjaga keamanan.
  • Datanglah ke Manado/Bitung dan lihatlah semua itu. KARENA TORANG SAMUA BASUDARA!!!

Iya, karena kita semua bersaudara.

Selamat merayakan #FestivalImlekIndonesia bagi semua yang merayakannya. Gong Xi Fat Cai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s