#HecticWeek: Tolong, Kedua Anak Saya Sakit

#HecticWeek: Tolong, Kedua Anak Saya Sakit

Pagi itu saya berencana membuat jeniper untuk diminum selagi perut kosong, mengupas buah untuk sarapan, lalu mencuci piring kotor sisa semalam yang belum dicuci karena saya kecapean. Padahal saya gak biasa membiarkan piring kotor di bak cucian. Pengecualian malam sebelumnya.

Tapi ternyata takdir pagi itu berkehendak lain. Pompa air saya gak mau nyala. OH TIDAK!

Pagi saya langsung terasa suram sekali. Bangun dengan banyak rencana tapi hilang sukacita seketika saat pompa air gak bisa hidup. Padahal jam 7 harus siap-siap berangkat ke gereja.

Sial seolah menjadi teman akrab saya setiap kali suami ke luar kota. Ya gimana enggak, ini bukan kali pertama saya terjebak dengan urusan rumah tangga yang sebenarnya bukan keahlian saya. Dulu pas suami gak ada, pernah dapur saya kebanjiran karena mampet. Dramanya lagi, saat itu hujan deras dan mati lampu. Rasanya saya pengin teriak dan bilang kalo hidup gak adil tapi takut disambar petir.

Video call dengan suami juga gak berjalan lancar karena semua yang dia perintahkan di telepon gak membantu atau membuat pompa air hidup. Saya malah makin frustasi. Mana ibadah di gereja mulai jam 8, dan saya harus membawa laporan kegiatan natal.

Tadinya saya sudah mau membatalkan untuk masuk gereja, tapi selama ini jarang sekali saya gak masuk gereja. Selalu ada rasa bersalah tiap kali gak masuk gereja. Jadilah, dengan air seadanya di kamar mandi, saya berbagi air dengan dua krucil.

Tiba di gereja sudah mau khotbah dari gembala. Tapi saya gak bisa fokus karena data yang saya miliki tidak lengkap padahal sudah harus dimasukkan ke bendahara. Belum lagi pompa di rumah yang entah siapa yang bakal perbaiki nanti.

Sebelum berangkat, si kakak sudah mengeluh kepalanya hangat. Saya emang sempat memeriksa sebentar tapi fokus teralih ke pompa air dan harus buru-buru ke gereja.

Anak saya yang pertama ini tipe yang hiperaktif. Gak pernah bisa diam kecuali tidur. Dan sakit. Ketika dia merasa sakit, maunya hanya tidur-tiduran saja. Semangatnya padam seperti api yang disiram air.Ā Di gereja saja dia hanya duduk diam, padahal biasanya dia selalu lari-larian atau bercanda dengan temannya.

Sepulang gereja si kakak memilih langsung rebahan di kamar walau saya paksa dulu untuk makan sebelum dia tidur. Saya gak mengukur suhu tubuhnya karena masih fokus sama pompa. *emak macam apa ini*

Beruntung, ada tetangga saya yang selalu membantu saat suami gak ada. Tadinya saya minta nomor tukang pompa, kali aja mereka punya. Eh ditawarin untuk diliatin dulu sama suami tetangga saya. Ternyata masalahnya ada di kabel dekat mesin yang putus. Setelah diperbaiki pompa saya langsung nyala. HALELUYA!!

Saat pompa air gak nyala saya nelangsa. Hidup tanpa air selama beberapa jam itu tersiksa sekali. Setelah jadi saya sangat bersyukur. Dan akhirnya bisa fokus ke si kakak yang sakit.

Saya tipe ibu yang kalo anak sakit dibiasakan dulu makan yang bener dan banyak minum. Saya gak akan langsung memberi obat penurun panas. Karena saya pernah baca, demam itu salah satu tanda ketika tubuh diserang penyakit. Jadi semacam mekanisme tubuh untuk melawan sakit juga. Kebetulan saya penganut Food Combining sejak 4 tahun lalu. Jadi kalo anak sakit selalu saya cekoki buah dan sayur.

Saya sempat cemas karena hari Senin anak saya mesti sekolah, apalagi sudah mau PAS. Tapi saat saya cek jadwalnya, PAS-nya dimulai hari Kamis. Ada sedikit lega karena saya berniat minta izin sehari agar si kakak istirahat dulu di rumah.

Senin tiba, demam si kakak tak kunjung reda. Malah naik turun. Dia juga mulai mengeluhkan sakit kepala. Saya belum juga ngasih obat penurun panas. Saya percaya demannya bakal turun hari itu.

Selasa juga tiba, demam si kakak masih setia. Ditambah dia sudah muntah-muntah. Saya langasung memberinya parasetamol dan mengolesi perutnya dengan minyak kayu putih. Hari itu, suami rencananya sudah mau pulang jadi saya pikir sekalian bawa si kakak ke RS buat periksa.

Tapi hidup saya selalu ada plot twist-nya, si adek juga demam. Dia mengeluh perutnya sakit. Lalu setelah itu dia bolak-balik kamar mandi. Diare.

Saya sudah mulai panik. Ngurus anak satu sakit aja melelahkan, karena saya mesti siaga siang malam. Ini dua-duanya sakit. Mana jadwal kepulangan suami tertunda. Tolong…

Beberapa hari sebelumnya, anak teman saya harus diopname karena gejala yang hampir sama. Demam, diare, malas makan. Katanya karena bakteri. Untung kedua anak saya masih lahap makannya. Saya berharap kalo kedua anak saya tidak mengalami hal yang sama. Semoga hanya demam biasa karena diare atau sakit kepala. Jangan karena bakteri, atau yang mengerikan, kena DBD.

Karena suami belum bisa pulang, saya kembali mengandalkan bantuan tetangga. Suami tetangga yang mengantar saya dan krucil berobat.

Malamnya setelah makan dan minum obat, kondisi dua krucil berangsur baikan. Demam keduanya turun walau satunya masih ngeluh sakit kepala dan satunya masih bolak-balik kamar mandi.

Hari Rabu, kondisi keduanya semakin membaik. Demam mereka sudah tidak ada. Mereka juga sudah bercanda dan tertawa. Hal yang tidak terjadi saat keduanya terbaring di kamar. Itu salah satu tanda kalo mereka berdua sudah hampir sembuh.

Dan sekarang Kamis, si kakak udah bisa masuk sekolah dan si adek juga udah sehat. Sekaligus menutup rangkaian cerita #HecticWeek saya.

Kantin sekolah, nungguin si kakak PAS.

3 thoughts on “#HecticWeek: Tolong, Kedua Anak Saya Sakit

  1. Ciri khas DBD, pas siang lemah lesu biasa saja.
    Pas malam demam tinggi, pusing, muntah-muntah. Pokoknya menderitanya pas malam.
    *pengalaman udah 2x opname karena DBD*

    Waktu itu tengah malam panas sampai 40 derajat dan Mama panik.
    Besoknya langsung opname šŸ˜¦

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s