#HecticWeek: Ketika Suami Sakit

#HecticWeek: Ketika Suami Sakit

Karena gak ada postingan baru di blog saya, gimana kalo saya cerita tentang daily life saya selama seminggu? Yakali pada mau baca gitu dan kepo saya kesehariannya macam apa. *siape elo*

Kalo gak ada yang mau baca juga tetap saya ceritain kok. :p

Minggu kemarin saya rasa-rasanya mau teriak histeris karena kecapean. Kayaknya gak ada istirahat sama sekali. 

Dimulai dari hari Kamis saat suami membangunkan saya pukul 3.30 pagi. Dia ngeluh kalo telinganya sakit dan sejak semalam gak bisa tidur. Saya langsung bangun buat nemenin dia, karena mau bantu obatin juga gak ada obat telinga. Dan gak bisa sembarang. Saya hanya duduk di tempat tidur tanpa tahu mo ngapain. Suami hanya bisa duduk nyender ke dinding sambil meringis. Rasanya ada yang retak di dada saya ngeliat suami seperti itu.

Bagaimana tidak. Suami saya bukan tipe pengeluh kayak saya. Yang sakit dikit aja drama banget. Suami saya kalo sakit pasti anteng dan tiduran aja. Beda sama saya, yang bakal meringis-ringis gak keruan. Macam seluruh dunia mesti tahu kalo saya sakit dan mesti ikut merasakannya. *LOL*

Tapi saat itu suami meringis kecil walau gak lebay kayak saya. Artinya dia sangat kesakitan. Mau rebahan gak bisa karena telinganya sakit. Tapi dia udah ngantuk sekali. Suami minta saya buat ikat kepalanya agar mengurangi rasa sakit di kepala katanya. Entah ngaruh apa enggak tapi ya saya turutin aja.

Jam 5 saya pindah kamar karena mesti bangunin si kakak yang harus sekolah. Maklum, jemputannya datang sebelum jam 6. Jadi saya mesti siapin dia dulu.

Setelah si kakak beres, suami ngajak ke RS. Saya selalu merasa bersalah di kondisi seperti ini karena saya sama sekali gak bisa bawa motor maupun mobil. Kata suami, dia masih bisa kok nyetir. Jadilah kami bertiga dengan si adek ke RS.

Jam 6.30 nyampe di RS Medika di BSD. Saat masih di perjalanan saya nyoba ngecek situs RS tersebut buat nyari tahu jadwal dokter THT. Tertulis jam 9 baru buka praktik. Tapi karena suami udah kesakitan tetap maksa datang pagi.

Sampai di RS setelah mengisi form, tadinya suami minta dirujuk dulu ke UGD biar bisa diperiksa dokter umum. Tapi setelah di sana, dokternya nyuruh untuk langsung diperiksa dokter THT. Jadilah kami ke Poliklinik dan menunggu. Ternyata dokternya baru akan datang jam 10.30. Saat itu baru pukul 7. Duh, mesti nunggu 3,5 jam sedangkan suami udah kesakitan banget.

Kami akhirnya memilih menunggu di dalam mobil saja sampai jam 10. Lalu pindah ke kafetaria yang hanya bersebelahan dengan poliklinik. Setelah jam 11 barulah dipanggil ketemu dokternya.

Dari hasil pemeriksaan, ternyata suami saya kena radang telinga. Salah satu penyebabnya adalah karena mobilitas yang tinggi. Maklum, suami saya sering bepergian keluar kota, entah dengan kendaraan roda empat atau dengan pesawat. Karena aktivitas inilah yang membuat telinga suami saya meradang.

Setelah menerima resep dan meminumnya, suami merasa sedikit mendingan walau telinganya masih berdenging. Karena sudah hampir jam 12 kami mampir ke sekolah si kakak yang jaraknya tak jauh dari RS. Setelah menjemput si kakak kami pulang untuk istirahat sebentar, tapi saya gak bisa istirahat karena malam itu diminta contoh undangan untuk acara natal gereja. Jadilah saat suami dan krucils tidur, saya berkutat dengan layout undangan natal.

Kamar, mata udah 5 watt. 

8 thoughts on “#HecticWeek: Ketika Suami Sakit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s