Antara Sausage Party dan Film untuk Anak

Antara Sausage Party dan Film untuk Anak

Siapa yang udah nonton Sausage Party? *ngacung paling tinggi*

Sausage Party bercerita tentang produk-produk makanan yang hidup di dalam sebuah grocery. Mereka tebangun setiap hari dengan harapan kalo mereka akan dipilih oleh “Dewa” (manusia) dan membawa mereka ke Great Beyond yang adalah dunia penuh keajaiban. Atau seperti itulah yang mereka pikirkan.

Seth Rogen mengisi suara untuk Frank si sosis yang tujuan hidupnya selain meninggalkan toko, adalah untuk “mengisi” Brenda, sebuah roti bun yang menjadi pacarnya. Tapi impian ternyata tidak seindah bayangan Frank, ketika sebuah mustard madu secara ajaib kembali dari Great Beyond dan melaporkan kenyataan yang horor: para dewa memakan mereka. 

Petualangan dimulai dari lorong di mana Frank, Brenda, Lavash, dan Sammy Bagel Jr. mencari kebenaran tentang Great Beyond.

Kalo diliat dari sinopsisnya, Sausage Party ini film animasi petualangan yang lucu dan menghibur. True! Saya sangat menikmati plotnya yang rapi dan line-line dari karakternya yang kocak. Apalagi antara Lavash dan Sammy Bagel Jr.

Tapi…

Tentu saja ada tapinya. Film animasi ini bukan untuk anak-anak.

Kenapa?

Setelah adegan pembuka di mana para produk makanan bernyanyi, kita bakal disuguhin convo antara para sosis dan roti bun saat menunggu diambil dewa untuk dibawa ke Great Beyond.

Err… What the… 

Seketika saya langsung beralih ke kedua krucil yang kebetulan nonton bareng. Mata saya bolak-balik antara layar laptop dan mata kedua anak yang menonton dengan khidmat. Sedetik kemudian langsung panik, untung laptop gak saya banting. Dengan sedikit akal-akalan window berhasil saya tutup dan ganti dengan lain. Dua krucil sempat protes, tapi langsung mingkem saat di layar laptop terputar Storks. Keduanya kembali duduk dengan khidmat.

Iya, saya emang sempat kecele mengunduh Sausage Party karena mikir ah film animasi, pasti cocoklah buat anak-anak. Tanpa baca sinopsis, saya gak tahu kalo film ini masuk kategori R-rated.

Walau terkesan petualangan, Sausage Party ini kental dengan vulgarisme dan kata-kata kotor. Hampir setiap line dari para karakter selalu berkata-kata makian. Gak si sosis, gak si bagel, sampe si obat pencahar. Maklum, pembuatnya adalah Seth Rogen dan Evan Goldberg yang udah memproduksi Superbad, This is the End, dan Neighbors. Karenanya film ini sangat gak banget direkomendasikan untuk ditonton anak-anak. SANGAT TIDAK DIREKOMENDASIKAN! Di endingnya saja ada adegan orgy antara para produk makanan. Orgy ya bukan ogre yang di film Shrek.

Kalo mau ngajak anak nonton animasi, ada banyak pilihan di tahun 2016 ini. Sebut saja Finding Dory, Hotel Transylvania 2, Zootopia, The Wild Life, sampai Storks.

Tapi pasti banyak juga yang suka kecele kayak saya karena lupa mengecek kategori film. Mikirnya karena ini film animasi pasti bisa ditonton anak-anak, padahal hentai juga animasi, loh. Bahkan ada yang memaksakan anak menonton film yang bukan untuk usianya demi bisa kekinian nonton film yang sedang update.

Di Twitter saya sering mendapati twit orang yang mengcapture postingan orang lain yang mengeluhkan beberapa film superhero yang ternyata gak cocok untuk anak. Padahal sudah jelas kalo kategorinya 17+.

Sebagai orangtua tugas kita gak cuma mengurus dan membesarkan anak saja. Kita juga mesti pinter buat memilih tontonan apa yang baik untuk anak. Tidak semua film animasi cocok untuk segala usia apalagi anak-anak. Ada jenis-jenis film animasi yang diperuntukkan untuk dewasa, contohnya Sausage Party. Yang jadi masalah, sampai di mana orangtua bisa memilah tontonan yang baik untuk anaknya?

11 thoughts on “Antara Sausage Party dan Film untuk Anak

  1. Serem ya mom..kadang aku mikir kalau film Kaya gitu kenapa di bungkus nya pakai Kartun, yang notabene disukai anak-anak..

    Apa salah satu cara untuk ngerusak moral anak? *negative thinking hahahaa

    Untung aku baca artikel km bun.. Makasi bun

    hai-ariani.com

    Like

  2. Wah makasih infonya.. jadi lebih waspada. Sebenarnya sama saja seperti sinchan ya… dulu pernah ditayangkan minggu pagi sebelum doraemon. Lha padahal kabarnya di negara asalnya sinchan ini adalah kartun dewasa. Jd ya kitanya aja yg hrs lbh selektif tdk asal kartun dan animasi

    Like

  3. IMHO, memang bukan buat anak2 film ini Mbak. Sejak awal sdh ada warning di ulasan2 di web2. Bukan utk merusak moral sih, krn film animasi bkn hanya utk konsumsi anak2, org dewasa jg suka nonton animasi. Mmg benar, yg dewasa yg harus selektif. Itu sdh harga mati 🙂

    Like

    1. Iya mbak… Makanya kan saya bilang kalo ini emang bukan film anak-anak. Maksudnya saya ngeshare kali aja lupa ngecek kategori sama sinopsisnya trus diajak nonton bareng anak. Padahal bukan film anak.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s