Ketika Para Emaks Mempelajari Cara Jitu Lindungi Rumah dari Bahaya Listrik

Ketika Para Emaks Mempelajari Cara Jitu Lindungi Rumah dari Bahaya Listrik

Panjang yes judul postingan saya. Udah kayak panjangnya kenangan bersama dia tapi tak kunjung ke pelaminan. #eaaa

Pada hari Sabtu kemarin, saya bareng para emaks di KEB diajari untuk menjadi emak-emak yang tangguh oleh Schneider Electric. Karena kata siapa cuma laki aja yang bisa tahu soal kelistrikan, perempuan juga harus bisa. 

Bertempat di Hongkong Cafe Sarinah, saya datang membawa dua krucil dan tiba pukul 11.35 WIB. Tadinya sempat bingung karena waiter yang ditanya juga kebingungan. Katanya gak ada acara hari ini di kafe mereka. Tapi pas disebut nama Mak Sumarti baru deh mbak waiter-nya ngajakin saya ke lantai dua. Haela…

Saya disambut oleh para emaks kece yang jadi Makmin KEB saat menulis nama di buku tamu. Ini kali pertama saya hadir di acara KEB karena memang belum lama bergabung juga. Jadi harap maklum kalo saya belum hafal satu persatu. Yang jelas semuanya sangat welcome pada anggota baru. 

Sebelum acara dimulai, para emaks yang datang disuguhi makan siang yang sudah tersedia. Selesai makan barulah kami masuk ke sebuah ruangan yang AC-nya dingin banget menurut saya. Jompo banget deh. 

Tak seberapa lama, acara akhirnya dimulai. Dipandu moderator cantik, Mak Mira Sahid yang juga memperkenalkan pembicara dari pihak Schneider Electric, Pak Frankco Nasarino.

Pak Rino memperkenalkan tentang Schneider Electric yang adalah perusahaan berkembang yang fokus pada tegangan listrik rendah yang berbasis di Prancis. Schneider Electric sudah berdiri selama 43 tahun di Indonesia. Menurut Pak Rino, terjadi 844 insiden kebakaran di Jakarta karena bahaya listrik dalam 2016 ini. Itu hanya di Jakarta saja, belum di kota-kota lain. Karena itu, bagaimana cara kita agar bisa paham dan bisa meminimalisir bahaya listrik tersebut. 

Makanya peran itu bukan hanya berasal dari suami atau laki-laki saja. Para ibu rumah tangga dan perempuan juga harus tahu, karena seorang ibu yang paling sering berada di rumah bersama anak-anaknya. 

Untuk tegangan satu rumah berdaya 220V saja jika tersengat bisa menyebabkan kematian. Karena daya 220V bisa membunuh seekor gajah dalam hitungan detik. Tentu saja kita sebagai pemilik rumah tidak ingin mengalami hal yang menakutkan seperti itu.

Pak Rino lalu memperkenalkan tentang MCB, ELCB, dan RCBO. Apa sih ketiga benda ini? 

  • MCB adalah alat untuk melindungi jaringan listrik rumah dari arus berlebih dan hubungan arus pendek. 
  • ELCB adalah alat untuk melindungi aset dari kebakaran dan anggota keluarga dari bahaya sengatan listrik ketika terpercik air, bersentuhan langsung dengan stop kontak, atau kabel terkelupas. 
  • Sedangkan RCBO adalah gabungan dari MCB dan ELCB, yang berfungsi sebagai proteksi terhadap arus bocor/ arus kejut dan hubungan singkat/ korsleting. 

Menurut Pak Rino, setiap rumah wajib memasang MCB dan ELCB. Sayangnya tidak semua rumah di Indonesia memasang ELCB padahal pemasangan ELCB harus berbarengan dengan MCB. Dan untuk pemasangan aliran listrik di rumah harus dipasang oleh ahlinya, tidak boleh sembarangan orang. Biasanya yang memasang listrik harus bersertifikat. 

Untuk produk RCBO dari Schneider sendiri, mereka mengeluarkan RCBO berukuran tipis yang pertama di Indonesia. RCBO ini penting sekali dipasang di rumah, apalagi kalau punya anak dan balita yang tangannya sering kelayapan megang colokan di rumah. 

Setelah penjelasan panjang dari Pak Rino seputar produk-produk Schneider, para emaks diajak untuk bermain games. Kami dibagi menjadi enam tim yang masing-masing berisikan lima orang. Games-nya gampang-gampang susah karena harus memasang kabel di alat yang sudah disediakan. Sayang tim saya gak menang, padahal hadiahnya menggiurkan. Tim pemenang mendapat voucher belanja senilai 1 juta rupiah. Duh, mupeng…

Setelah games memasang kabel, dilanjutin dengan games membongkar tas. Siapa emaks yang isi tasnya paling banyak. Tadinya saya juga mau nimbrung, tapi malu sama isi tas yang cuma seuprit karena yang lain isinya bisa sampai 30-an items. Alamaaaakk… 

Para emaks yang tasnya diobok-obok

Gak terasa acara hari itu selesai. Saya mendapat banyak ilmu yang sangat berguna dari Schneider Electric dan juga mendapat banyak teman baru. 

Kalo ingin tahu banyak soal produk-produk Schneider Electric, bisa dilihat langsung di situs mereka; 

www.schneider-electric.com

Hotline 1500055 

customercare.id@schneider-electric.com

Ada banyak sekali produk berkualitas dengan harga terjangkau.

Dan terima kasih buat para Makmin KEB dan emak kece lainnya. Semoga saya bisa diberi kesempatan hadir lagi di acara lain yang diadakan oleh KEB. 

Karena saat emak-emak bersatu tak akan terkalahkan. *tinju lengan*

23 thoughts on “Ketika Para Emaks Mempelajari Cara Jitu Lindungi Rumah dari Bahaya Listrik

  1. Nice ti see you mak. Soal listrik ini ternyata banyak istilah yang awam banget yaa bagi para emak. Yang biasanya bergaul sama bumbu dapur, ini diminta untuk paham perangkat listrik. Walaupun begitu, ilmunya sangat bermanfaat ya mak.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s