Giveaway A Journey

Giveaway A Journey

Yang kalian lihat di atas adalah book trailer dari buku baru gue. Kece, kan? Gue yang bikin sendiri loh videonya, puisi sampe nyanyi. *dimuntahin*

Terakhir kali gue bikin giveaway itu pas buku Hollow Bender terbit di @nulisbuku kemudian dilirik penerbit besar dan belum terbit sampe sekarang. Kira-kira lamanya udah sekitar 2 abad yang lalu. Wahahahaha… *ketawa miris* #SaveHollowBender

Sekarang pengin bikin giveaway hore-hore lagi, mumpung hari ini gue ketambahan usia ke #$&^. Eh, ke *&&#. Loh kenapa sik sama keyboard-nya? Hari  ini gue berumur !)*”. Waduh, kayaknya rada eror. Ya sudah lupakan perihal gue berumur berapa. Yang penting hari ini gue bahagia makanya pengin berbagi kebahagiaan yang sama dengan yang lain.

Klean tahu, sebentar lagi buku baru gue A Journey: Uncensored Story bakal live di @nulisbuku. Nah, gue pengin bagi-bagi buku ini sebagai hadiah ulang tahun. Emang sih nggak seberapa hadiahnya. Tapi yang namanya gratisan kan selalu menarik. MWAHAHAHA *ketawa cetan*

Sebelumnya gue ceritain dulu soal buku ini, ya. Iya.

A Journey: Uncensored Story ini sebenarnya buku narsis gue. Karena isinya tentang bagaimana gue menghadapi masa muda. Loh, jadi sekarang udah tua?! Ih, kata siapa. Tetep forever young lah. *kibas poni*

Ini cover depannya:

A Journey - Uncensored Story - FRONT COVER

Buku ini salah satu cara gue berdamai dengan masa lalu. Ada banyak hal menyenangkan dan juga dilema yang terjadi. Sebagian kenangan bahkan pengin gue hapus dalam ingatan tapi jelas saja nggak bisa. Karena memang begitulah hidup. Kejadian baik dan buruk terjadi silih berganti, itulah yang menjadikan kita manusia.

Tidak banyak yang mau menuliskan kisahnya sendiri. Gue hanya salah satu yang pengin berbagi kisah. Yang ingin diambil hikmah dari semua yang gue alami.

Tentang cinta dan persahabatan. Tentang luka dan penyesalan.

Karena ingatan tak sekuat tulisan. Aku menuliskan kisahku…

Nah, pertanyaan untuk giveaway ini gampang sekali. Kalian hanya perlu menjawab satu pertanyaan saja.

“Apa penyesalan terbesar kalian dalam hidup ini?”

Itu pertanyaannya. Sila berikan jawaban kalian di kolom komentar di blog ini, ya.

Bagi satu jawaban yang saya rasa paling menarik akan mendapatkan:

– 1 eks buku A Journey: Uncensored Story.
– 1 eks buku Hollow Bender limited edition.
– pulsa 25k

Iya hadiahnya gitu doang. Kan ini giveaway hore-hore dalam rangka ulang tahun gue sekalian promo buku A Journey: Uncensored Story. Hehehehe…

Giveaway ini berlaku hari ini aja sampai pukul 22.00 WIB. Dan pengumuman pemenang gue umumkan 3 hari setelahnya.

Sekian dan selamat Paskah bagi yang merayakan. ^^

62 thoughts on “Giveaway A Journey

  1. Slmt ulang tahun usi :* – Selamat merayakan Paskah

    Penyesalan terbesar sejauh adalah ketika berhenti gambar waktu kelas 3 SMP karena disuruh mama. Kata mama buat apa gambar? Mau jadi apa? bla, bla, and bla. And well, saya vakum gambar hampir 8 tahun. Dan setelah itu, sy akhirnya mulai lagi karena memang dorongan dalam hati untuk gamabr tak pernah benar-benar hilang.
    Lalu sekarang kepikiran andai waktu itu, punya sedikit saja keberanian untuk memberontak dan terus menggambar, mungkin tidak perlu lagi mulai dari awal belajar menggambar sekarang, mungkin gambarnya sudah keren abis. HAHAHA.

    Like

    1. Terimakasih, Macha. Selamat Pask ah juga, ya.
      Ya ampun, aku juga pernah ngalamin hal yang sama. Dulu sebenarnya suka gambar dan pajang semua gambar disney di pintu kamar, eh mama malah robek dan bakar semua. Katanya cuma ngotorin aja. 😦
      Semangat ya, Usi. Teruskan apa yang menjadi mimpi. Nggak ada kata terlambat, sih. 🙂

      Liked by 1 person

  2. penyesalan terbesarku mungkin melewatkan kesempatan untuk belajar di luar negeri. jadi, ceritanya dulu ada beasiswa gratis ke cina. gak perlu tes karena emang ada programnya, kerja sama antara sekolahku sama salah satu universitas di cina. cukup bawa diri aja dan memperdalam bahasa mandarin. asrama sudah disediakan, tetek bengek yang lainnya juga udah disediakan sama pihak sananya. paling bawa uang saku aja buat makan sehari2. yang paling asyik, disambi kerja sambilan juga bisa. nah, aku gak ambil waktu itu, karena berpikir bakal memberatkan orang tua. yah, kehidupan ekonomi keluargaku waktu itu emang pas2an banget. padahal aku cukup qualified secara nilai mandarinku bagus. andai waktu bisa diputar ulang, aku pasti mau ambil beasiswa itu. kalo perlu jual2 segala macam deh biar bisa berangkat dan belajar di sana. aku nyesel banget kalo inget huhuhu. tapi nasi sudah jadi bubur, jadi ya nikmati saja buburnya. kalo perlu dibikin enak. iya gak? 😉

    btw happy birthday ya. wish you all the best 😀 mupeng pulsanya nih hahaha *bokek pulsa :p

    Like

  3. Di tahun 2006, aku pernah punya pacar. Anaknya baik banget dan dia adalah cewek termanis yang pernah mendampingiku. Sebut aja namanya Niki. Aku sayang dia, sebagaimana dia juga sayang sama aku. Dan semuanya baik-baik saja.

    Namun, sebelum pacaran sama Niki, aku pernah punya seorang mantan, cewek ababil gitu. Dan mantanku itu mutusin aku karena cowok lain, padahal aku udah berusaha jadi pacar yang baik. Katanya: “Cowok baik itu membosankan.”

    Dan begitulah. Ketika pacaran sama Niki, aku jadi menahan diri, nggak mau terlalu baik. Takut nanti Niki jadi bosan dibaikin. Aku cendrung menjadi cuek, suka bikin drama yang nggak perlu, dan kadang jahat sama Niki. Sampai akhirnya, Niki capek, dan memutuskan untuk pergi. Sejak itu, hidupku nggak pernah sama lagi.

    Cerita ini udah pernah aku posting di sini:
    http://www.klikrama.com/2014/03/waktu-dia-pergi-part-1.html

    Jadi galau.. 🙂 Huehuehuehue…

    Like

  4. Selamat ulang tahun, Mih! Tetap osem, yes?! 😘😘😘

    Penyesalan terbesarku adalah tak pantang menyerah untuk terus ikut lomba/kompetisi menulis meskipun sudah tahu seringkali kegagalanlah yang menjadi hadiahnya. Kenapa saya menyesalinya? Bukankah justru itu bagus untuk menguji sekaligus meningkatkan kemampuan diri-sendiri? Benar. Namun, diam-diam kegagalan demi kegagalan melahirkan kesedihan. Bahkan tanpa disadari seringkali berlarut-larut dan mengutuk diri-sendiri tak becus menulis. Iya. Bagaimanapun juga aku hanyalah manusia biasa yang memiliki batas kekuatan hati. Di balik kekuatan untuk terus berjuang agar bisa menang, tetap saja bisa mendadak lemah saat kegagalan menghampiri. Seandainya aku bisa lebih mengendalikan kemauan, mungkin takkan terlalu dalam kesakitan yang dirasakan. Dan, dari awal seharusnya aku bisa mengelola pantang menyerah ini lebih baik dan tidak mengikuti lomba/kompetisi menulis secara membabi buta. Semoga ke depannya semangat pantang menyerah yang kumiliki ini tidak berubah dan bisa dikelola dengan lebih baik agar bisa lebih legowo menerima kekalahan. Aamiin.

    Like

    1. Osem… tempe?

      Masmo, aku mungkin orang paling tahu apa yang Masmo rasain. Hahahaha.
      Tapi tahu nggak, Mas. Kegagalan itu sebenarnya melatih kita. Melatih stok sabar dan tetap rendah diri.
      Awal-awal sih sakit ya, Mas. Pengin marah deh. Kok gagal melulu, padahal udah ngasih karya terbaik?
      Ya, artinya kita memang masih harus belajar lagi. Belajar memperbaiki tulisan dan belajar menerima kegagalan biar saat menjadi besar sudah siap untuk kegagalan yang lebih besar lagi. #tsah

      Like

  5. Selamat ulang tahun kak, semoga yang baik bertambah dan yang buruk berkurang, semoga semakin produktif dalam dunia penulisan ini. Happy easter juga ^^

    penyesalan terbesarku adalah dalam bidang akademik. sekarang aku berpikir, seandainya saja dulu aku lebih rajin lagi belajarnya, seandainya aku ngga pernah nolak waktu dipilih jadi duta di beberapa lomba, dan banyak penyesalan lainnya. sekarang, aku cuma bisa menyesali itu semua sambil terus memperbaiki diri.

    Like

  6. Selamat ulang tahun dan selamat paskah, Mih :p

    Penyesalan terbesar dalam hidup? pernah berada dalam masa kelewat sensian semasa ABG kayaknya. Masa masa dimana dikit dikit marah marah. Sekarang juga sih, tapi udah mendingan :p

    Ngg, terus pas masih SMP punya pacar karena gak mau kalah temen temen lain udah punya pacar. Mumpung ada yang nembak, diterima aja deh #ababil
    Sekarang diingat lagi, buang waktu dan uang aja deh, soalnya emang gak ada perasaan apapun ama tuh orang #hahaha

    Like

  7. Selamat ultah dan paskah, Mamih yang selalu muda! Penyesalan terbesarku adalah waktu lulus SMA dulu, aku nggak mencoba mendaftar ke perguruan tinggi ikatan dinas atau berburu beasiswa di PTN. Waktu itu, aku terlalu pecundang. Hingga akhirnya, aku menyerah kepada keadaan dan bertemu dengan orang-orang yang sangat berpengaruh dalam hidupku, menghancurkan mimpi-mimpi dan kreativitas yang tumbuh dalam diri dan anganku. Saat itulah aku merasa sangat menyesal. Jika dulu aku beraksi dan bernyali memburu beasiswa dan bisa kuliah, mungkin aku tak akan bertemu orang-orang itu, orang-orang yang menghempaskanku pada jurang ketidakberdayaan yang membuatku sering menyesali hidup dan kadang bertanya-tanya, “Apa makna hidup ini jika hal-hal yang wajar saja dibatasi? Apa makna hidup ini jika kita selalu ada dalam posisi yang disalahkan? Dapatkah aku mendapatkan makna hidup jika aku memberanikan diri seperti Kurt Cobain?” Ah, maafkan jika aku nggak menjelaskan siapa orang-orang itu. Aku hanya menyesal, dan ingin menyenandungkan potongan lagunya The Script, “If I could turn back, then I would rewrite those line.”

    Like

    1. Terimakasih Aam. Iya ya, andai waktu bisa diputar kembali. Tapi kalau emang bisa dan kita mengubah apa yang kita sesali. Mungkin cerita di masa sekarang berbeda lagi. Mungkin Aam nggak bakal kenal saya atau teman-teman di twitter? Atau senang menulis? 🙂

      Like

  8. Selamat ulang tahun, Usi. Stay awesome!

    Penyesalan terbesarku.. Hm, banyak, haha. *Banyak menyesal semoga lebih banyak bersyukur*

    Ada satu, kejadiannya tahun 2012. Waktu itu kenal dengan baik seorang Profesor dari Washington. Aku jadi guide beliau saat ke Indonesia selama dua minggu. Dan mengetahui nilai serta aktivitasku, belilau ngasih penawaran untuk kepindahan kuliah, jadi aku ditransfer ke kampusnya di US. Aku searching tentang kampusnya dan memang bagus. Profesor itu juga ngenalin aku ke beberapa mahasiswanya. Sudah izin ke keluarga, sudah ngurus kepindahan di kampusku. Tapi seorang (anggap saja) kawan (yang dulu sangat aku turuti kata-katanya) bilang, “Buat apa sekolah tinggi. Itu bikin para lelaki akan minder karena kamu lebih pintar dan menjauhi kamu.” Lalu aku kepikiran kalimatnya dan jadi membatalkan kepindahan itu. Setahun kemudian, (ketika seorang kawan itu pergi ninggalin aku) menyesal banget aku nolak tawaran profesor itu. Sekarang aku sadar, Kita akan menemukan lelaki yang tepat, yang bisa menerima kalau perempuannya pintar. Sebab aku nggak bisa pura-pura bego atau membegokan diri biar sejajar dengan lelaki yang mencintai kita. Nggak akan lagi. 🙂

    Like

  9. Sebelumnya salam kenal ya kak, dan selamat ulang tahun semoga panjang umur. 🙂

    Penyelasan terbesar dalam hidupku adalah pacaran sama orang yang salah, Padahal udah bener-bener cinta, eh malah ditinggal jalan sama cewek lain, ditinggal pergi gitu aja. Sedih kan 😦 jadi trauma sama yang namanya pacaran “takut sakit hati lagi”.
    Eh maaf kak, jadi curhat.

    Like

  10. Sebelumnya saya mau ucapin selamat tambah umur kakak/mbak/tante(?)^^

    Okey, jadi penyesalan terbesar saya sedang saya alami saat ini. Kurang lebih 3 tahun yang lalu, saat baru memasuki SMP, saya benar-benar seperti ABG yang frustasi. Saya masuk ke sebuah sekolah terfavorit di kota saya, sekolah yang memiliki peminat nyaris 2000 orang, tetapi hanya memiliki daya tampung 300 orang. Seharusnya siapapun bangga, bukan malah stress. Namun, tdk dg saya. Saya diterima di sekolah itu, tapi saya kehilangan teman2 sekolah dasar saya. Saya yang di sekolah dasar terbiasa dg sebuah “kebebasan” tiba-tiba harus terikat dalam sebuah peraturan ketat sekolah bergengsi ini. Saya kesal, saya marah. Saya menjadi murid yang hanya sekadar sekolah saja. Padahal, saat di SD saya bukanlah murid yang bodoh, malah terbilang lumayan berprestasi. Dalam sebulan saya bisa ditarik dalam beberapa lomba yang berbeda, saya terbiasa mendapat ranking dan juara umum. Saya juga lumayan dikenal guru dan teman2 karena prestasi saya. Tapi itu semua tinggal kenangan, krn tahun pertama di SMP sudah merubah segalanya. Saya menjadi sosok yang sekolah hanya sekadar absen. Tidak peduli tugas, tidak menghiraukan ulangan. Tidak bersosialisasi, tidak memiliki teman. Jujur, sampai sekarang saya belum menemukan alasan logis mengapa dlu saya seperti itu.
    Waktu bergulir, saya memasuki tahun kedua di SMP dengan nilai2 yang super memalukan. Saya yg dlu terbiasa dg piagam juara umum, kini harus menelan pil pahit akibat kemalasan saya dg melihat angka 22 pada kolom ranking. Saat itu, saya baru menyesali semuanya. Sejak saat itu, saya berusaha mengembalikan semangat saya yang dulu. Ikut bimbel, belajar lebih keras. Tapi semua tetap seperti tdk berarti apa-apa. Disaat teman2 saya sudah paham materi ke sekian, saya harus memulai memahami materi pertama. Mengapa? Krn sama sekali saya tdk pernah benar2 mengerti materi sekolah sejak awal masuk SMP.
    Rasa sesal itu terasa semakin besar saat saya tinggal 6 bulan lagi di SMP, nilai-nilai saya hanya meningkat sedikit, padahal saya sdh benar2 terus belajar. Sampai pernah pd suatu malam saya menangis krn sore sebelumnya habis bertemu teman2 SD yang rata2 makin cemerlang di sekolah mereka. Saya malu bukan main.
    Setelah malam itu, saya belajar lebih keras dibanding yang lainnya. Hampir setiap hari saya pulang pukul 8 malam karena full sekolah, belajar bersama teman yang lebih pintar, les privat, dan bimbel.
    Saya sangaaaaaat menyesal krn tdk serius belajar sejak awal. Andai saja kesadaran ini ada sejak awal masuk, mungkin saat ini saya tdk perlu belajar sepuluh kali lebih keras dibanding teman2 saya. Andai saja bisa mengembalikan waktu, saya ingin mengulang.
    Saat ini saya plg ke rumah hanya utk makan-mandi-istirahat-belajar, sisanya saya habiskan di tempat les atau sekolah. Satu bulan dari sekarang, saya akan menghadapi UN, dan saya tdk ingin ada penyesalan lagi… :’)

    Note: maaf kepanjangan, menguras emosi dan bikin nangis ngetiknya. :))

    Like

  11. Selamat ulang tahun, semoga setahun ke depan jadi semakin baik karena di awal tambah usia udah mau bagi2.. kkkk

    Penyesalah terbesar ya… Mungkin waktu nolak saran Mami buat daftar SNMPTN Kedokteran Unsud, dan sampai sekarang Mami masih sering nyinggung dengan, “Kalau aja kamu mau masuk Unsud dan nggak maksa buat di Solo…” dan sebagainya, dan seterusnya…
    Tapi, ada yang lebih besar lagi… Waktu saya terlalu asyik sama hobi dan menelantarkan Tugas Akhir, yang akhirnya membuat saya harus mengulang. Jadi di saat teman-teman yang lain sudah mulai bingung nyari kerja, saya masih bingung buat menentukan metode penelitian untuk TA saya.. hahaha XD
    Tapi (lagi), seperti yang saya yakini… semua yang terjadi pasti memiliki (minimal) satu alasan baik, dan saya mencoba untuk berusaha melihat dari sisi positif… ada beberapa hal yang membuat saya ‘bersyukur’ karena belum lulus.. LOL *mulai kesambet ini otaknya OTL*

    Hmmms, gitu aja deh ya… sebelum saya kepanjangan curhatnya.. kkkkkkk XD

    Like

  12. SELAMAT ULANG TAHUN, MBAK!!!! Sukses selalu dan salam kenal 🙂

    Penyesalan terbesar saya adalah ketika saya menginjak bangku sekolah menengah pertama. Saya merasa menyesal sekali karena mengecewakan orang-orang yang saya sayangi. Berawal dari cinta monyet, prestasi saya menurun seiring berjalannya waktu. Di tambah lagi dengan hasil UN yang sangat sangat mengecewakan. Kala itu mama saya berkata bahwa tak apa jika saya igin berpacaran, tetapi harus bertanggung jawab dengan pendidikan saya. Dasar memang saya yang masih labil di umur tersebut, saya mengiyakan saja tanpa benar-benar mencamkan pesan mama. Terjadi lah hasil UN yang mengecewakan tersebut. Saya benar-benar kecewa dengan diri saya mengapa tidak melihat apa yang di sekitar dan hanya melihat apa yang di depan saya. Megecewakan orangtua, mengecewakan orang-orang yang mendukung dan mendoakan saya, dan mengecewakan diri saya sendiri. Jika dapat diperbaiki, saya ingin kembali pada masa itu. Sekarang saya sudah mahasiswa dan saya tidak ingin kecolongan lagi untuk membanggakan kedua orangtua saya dan tidak ingin menyia-nyakan pendidikan yang mereka perjuangkan demi saya 🙂

    Like

  13. Aku nggak pernah benar-benar menyesali sesuatu sih, mih. Kalau mau dipikirin baru muncul sesuatu, kenapa nggak begini, kenapa dulu nggak begitu. Tapi, justru dengan mikirin apa yang nggak jadi terjadi di masa lalu, itu nggak bikin akun menyesal, malah membuat aku berpikir apa lagi dan apa yang harus aku lakukan besok. Kalau ada hal yang aku sesalin, mungkin aku akan menyesal kalau apa yang nggak pernah terjadi itu malah kejadian di masa lalu. Karena kalau itu terjadi, hari ini bisa dipastikan aku nggak akan nulis seperti ini di sini.

    Terima kasih sudah selalu berbagi cerita, Mih!

    Like

  14. Penyesalan terbesar saya adalah sikap saya yang kurang bisa mempertahankan pertemanan di SD dan SMP. Waktu SD saya termasuk orang yang sombong, dan merasa punya banyak teman sampai saya pernah mem-bully orang lain (bully anak SD jaman dulu loh yaa, bukan secara fisik). Setelah lulus pun saya suka malas jika diajak kumpul sama teman SD. Di SMP sikap sombong saya sudah hilang, saya orangnya rame, suka bercanda, tapi jarang orang curhat sama saya karena menganggap saya gak pernah serius. Jadinya saya hanya punya segelintir teman dekat yang hampir benar benar tahu aslinya saya. Dan itu pun sekarang sudah lost contact.
    Ya intinya sekarang saya menyesal karena baru sadar betapa pentingnya memperbanyak teman hiks 😦
    *pukpuk diri sendiri*

    Like

  15. Selamat ulang tahun kak…
    penyesalan dalam hidupku adalah menjadikan dia cinta pertamaku. Kenapa? karena dia org yg pertama yg kusuka sekaligus orang pertama yg membuatku sakit hati. Aku memang bersyukur banyak hal positif yg kudapatkan karena rasa sakit darinya. Tetapi aku hanya berharap orang yg membuatku sakit hati adalah cinta pertamaku yg kusukai bertahun-tahun lamanya. Ingin rasanya mengenang cinta pertama dengan rasa suka cita, bukan rasa sebal seperti ini. Kisah cinta pertama yg indah ternyata hanya di drama dan novel >,<

    Like

  16. Kak, ikutan yaa..
    Sebelumnya selamat ulang tahun. Semoga tambah segalanya yang baik dan positif ^^
    Selamat juga bukunya sudah terbit, book trailernya kece!

    Penyesalan terbesar dalam hidup ini? Kok kedengerannya serem ya? Hehe.. Sebenarnya, banyak hal yang membuatku kadang merasa menyesal. Pengin banget kembali ke moment itu untuk memperbaiki atau melakukan apa yang seharusnya ku lakukan. Tapi, terlepas dari semua penyesalan yang pernah ku alami, aku merasa sangat bersyukur dengan segala yang Tuhan anugrahkan untukku.

    Satu moment yang membuatku sangat menyesal adalah ketika tidak membalas email konfirmasi tepat waktu. Jadi, aku dulu pernah ikut kontes atau kuis dan semacamnya tentang serba-serbi HIV. Awalnya itu cuma buat tes pengetahuan aja, iseng-isengan deh ikutan ngisi data diri dan submit jawaban. Nah, beberapa waktu berlalu.. Tanpa disadari, sudah ada pengumuman pemenangnya dan dihubungi lewat email. Aku baru mengecek emailnya setelah 3 hari tenggat waktu pengiriman data diri. Aku berusaha biar diijinkan mengirimkan data diri untuk pengiriman hadiah, biar nggak di diskualifikasi. Tapi dari pihak penyelenggaranya tidak memperbolehkan. Padahal aku berusaha mengirimkan scan kartu identitas dengan sinyal sangat jelek :’)
    Kejadian itu terulang kembali beberapa tahun setelahnya, kali ini aku tidak melihat pengumuman di facebook. Perasaannya tuh, galau banget. Yah, walaupun didapat secara gretongan tapi rasanya miris aja disaat kamu tidak bisa menerima hak/reward dari kewajiban yang sudah kamu laksanakan. Aku belajar dari pengalaman, jadi dalam hal apapun aku berusaha terus menerus mengupdate informasi tentang apapun itu. Tidak ada salahnya menjadi tahu, asal jangan sok tahu dan malah jadinya overacting.
    Terima kasih

    Like

  17. selamat ulang tahun dan selamat paskah.

    Penyesalan terbesarku yaitu tidak mau membelikan obat saat bapak sakit dengan alasan malas karena cuaca panas. Kemalasanku tersebut yang akhirnya menjadi alasan kenapa bapak harus opname di RS selama seminggu karena kekurangan cairan. Sebenarnya Bapak sudah melupakan kejadian ini, namun penyesalan masih saja membekas. Apalagi saat aku sakit bapak merawatku, membelikan obat, menggerus obat–karena sampai sekarang aku tidak bisa meminum obat layaknya orang-orang– dll. Aku yang begitu jahat dengan beliau namun beliau masih saja memberikan kasih sayang yg tak terkira untukku

    Like

  18. Penyesalan ya? Penyesalan terbesar saya adalah saya meyesal telah mengispirasi. Menyesal karena saya “telat menyesal”. Ketika saya baru menyadari sesungguhnya saya selama ini saya tak pernah sekalipun benar-benar menyesal atas segala sesuatu hal yang saya lakukan meskipun kata “menyesal” mungkin adalah salah satau kalimat dengan frekuensi tertinggi yang sering saya gunakan.

    Tepatnya 2012 lalu, ketika wajib belajar 12 tahun tuntas saya jalankan di salah satu sekolah farmasi di Bukittinggi, Sumatera Barat. Selama 3 tahun di sekolah tersebut bisa dikatakan saya adalah motivtor dadakan. Modal penguasaan kosa kata yang sedikit lebih kaya, saya hobi sekali memberi petuah-petuah gagah yang ternyata mentah pada teman-teman saya. Pintar sekali menjadi “guru” tentang semua kebaikan. Termasuk di dalamnya tentang cinta. Ulung sekali neyakinkan sahabat-sahabat saya bahwa cinta itu tidak kenal kata menyesal. “All is fair in love and war”. Bahwa apapun yang kita lakukan untuk cinta akan selalu benar. Sekalipun ada penyesalan, itu akan jadi penyambung rantai yang akan semakin kokoh hingga nanti rantai tersebut akan mengikat cinta sejati, cinta yang sesungguhnya. Semua terdengar benar dari kalimat-kalimat saya tadi. Tapi prinsip itu seolah menjadi landasan saya untuk membenarkan apapun tentang cinta, termasuk membohongi orang tua.

    Lalu tentang kebaikan saya persis seperti tong kosong. Saya cakap sekali mengingatkan teman tentang bersyukur, shalatlah jika hati dalam keadaan gelisah. dan selalu jadikan Tuhan sebagai tempat mengadu pertama dan utama. Tapi kenyataannya kalimat tadi seolah hanya jadi topeng pencitraan. Saya memang masih ingat bersyukur, tapi hanya pada momen-momen besar seperti ketika menjadi tiga besar dalam kenaikan kelas, lulus ujian praktek akhir, dsb. Tapi bukankah bersyukur itu bukan tentang hanya mengucap puji pada “hadiah-hadiah” besar dari Tuhan? Namun juga pada nikmat-nikmat lain yang tanpa tersadari sudah saya lahap setiap hari. Lalu shalat, saya pintar mengingatkan shalat tapi sekalipun saya shalat, hanya seperti ayam di atas hamparan beras, tunggak-tunggik tanpa arti. Pun sama halnya dengan mengadu pada Tuhan, saya paham sekali prinsipnya tapi malah mendahulukan berbagi susah pada teman/pacar yang tanpa tersadari tindakan itu sama sekali bukan untuk mencari jalan keluar, tapi hanya ingin perhatian. Lalu sekalipun ingat untuk mengadu pada Tuhan, sisanya hanya keluh menjurus serapah, seolah Tuhan yang salah atas masalah tsb.

    Sayangnya semua ini baru saya sadari ketika tamat dari bangku sekolah. Mungkin ke-sok-bijakkan saya telah membutakan saya dari segala kebenaran. Telat sekali. Bagaimana bisa saya mengumbar kalimat-kalimat hebat tapi apa yang saya lakukan sangat-sangat lupa kodrat?. Tak ada beda antara saya dan pembohong. Saya menyesali ini. Kenapa saya bisa memotivasi, mengisnpirasi orang lain untuk berbuat baik sedangkan saya santai sekali nyaman dalam lingkup keburukan. Kenapa penyesalan ini harus datang telat?

    Pada akhirnya saya tetap mensyukuri, berdamai penyesalan yang datang telat ini. Menjadikannya semacam vaksin untuk tidak terjerumus kembali pada “penyakit” yang sama.
    Sekarang saya 20 tahun menjelang 21, dan saya berangsur memperbaiki semua kekurangan tadi termasuk tentang cinta/pacaran. Saya memutuskan untuk tidak pacaran. (Terlepas dari agama saya yang memang tidak membenarkan pacaran) saya juga menyadari ada wanita yang seribu kali lebih berhak saya bahagiakan terlebih dahulu. Ibu.

    Maaf jadi panjang. Sekilas ini adalah curhat. Sukses buat “A Journey”nya dan kehidupannya @naztaa. :))

    Like

  19. selamat ulang tahun yang ke-&%$)%, kak usi :))
    aku ikutan, ya!

    bicara masalah penyesalan, hmmm… aku termasuk orang yang nggak mau terlalu mikirin masalah, soalnya aku orangnya gampang stres. sekalinya stres, bisa drop sampai jerawatan yang… amit-amit deh pokoknya!
    menurutku, segala sesuatu yang kita lakuin emang nggak selamanya bisa berjalan sesuai rencana. misalnya: kita menyesal karena putus sama seseorang yang rencananya bakal jadi suami, bahkan semuanya udah dipersiapkan baik-baik. kalau endingnya kita menyesal, terpuruk, kapan bisa dapat pengganti dan bahagia?
    mungkin aku keliatan terlalu gampang ngomongnya, tapi itu yang selalu aku pikir sebelum menyesal, menyalahkan diri sendiri atau bahkan lebih parah–Tuhan–, dan sedih berlarut-larut.

    enggak, aku bukannya nggak pernah menyesal, kok. tiga setengah tahun yang lalu, aku ngikutin kemauan mama untuk kuliah di fakultas ekonomi, dan akhirnya sekarang aku udah sarjana. sementara dulu aku pengin banget masuk fakultas sastra karena emang suka nulis. tapi, ya itu tadi. aku memilih jalanin semuanya aja, toh aku bisa jadi penulis tanpa embel-embel sarjana sastra, kan? 🙂

    oke, sekian dan terima kiriman novel *ehem*

    Like

  20. Happy birthday dulu buat Mamih yang ke^|* Dan selamat Paskah! :*

    Penyesalan. Hmm.. Sebenarnya kalau diingat sekarang, sudah bukan penyesalan lagi namanya tapi berandai-andai. Karena yang aku dapat sekarang, sangat bisa jadi alasan untuk bersyukur.

    Jadi seandainya, dulu lebih pilih kuliah di IKIP alih-alih STAN, pastinya sekarang aku kerja di Bali dan bisa menghabiskan waktu lebih banyak dengan keluarga.

    Ada banyak hal yang aku lewatkan selama aku merantau sejak tahun 2004. Baik, buruk. Meski sudah mendengar cerita-cerita dari saudara-saudara tapi tetap beda rasanya dengan berada di sana langsung.

    Aku melewatkan banyak tawa, lebih banyak lagi tangis. Aku melewatkan banyak kebisuan, banyak rasa takut. Banyak keberhasilan, banyak kegagalan. Aku melewatkan banyak hal.

    Makanya sekarang, kalau bisa mudik, mudik. Nggak perlu mikir terlalu lama.

    ***

    Like

  21. Penyesalan terbesar saya adalah mengenai saya dan bapak saya,bapak kandung saya.
    Saat ini saya berusia 17 tahun dan saya termasuk orang yg ‘kaku’ saat berkomunikasi dengan bapak saya.Mungkin jarang sekali anak yg mengalami hal seperti ini.Tentu aneh.Kami tidak suka saling mengobrol kalau pun iya hanya sedikit2 saja.Saya jarang sekali bercerita atau curhat pada bapak karena saya tidak merasakan kenyamanan. Bapa tidak bisa membuat saya nyaman saat komunikasi dengannya.
    Saya selalu berfikir kenapa bisa begini,kenapa kami tak bisa menjadi ayah dan anak seperti kebanyakan orang.
    Dan jawaban yg bisa saya dapat adalah karena kata mamah,kedua orang tua bapak telah tiada saat bapak kecil,oleh karena itu bapak tidak bisa mendapatkan perhatian seorang ayah dan lalu dia juga tdk bisa memberi perhatiannya kepada saya. Sejak saya kecil juga bapak jarang sekali mengajak saya mengobrol,bercerita atau sekedar menanyakan tentang tugas sekolah atau apapun,dia selalu sibuk dan lelah.
    aku tidak tau dia menyesal atau tidak. Tapi bagaimanapun aku sudah dewasa aku tidak bisa menyalahkan situasi ini.
    Tapi sudahlah,ini cuma penyesalan,toh kami masih baik-baik saja dirumah.Setidaknya bagi saya.
    Ngomong-ngomong selamat ulang tahun ya kak!semoga bisa lebih bahagia lagi..

    Like

  22. Halooo Mamih yang kece dan tetap awesome walau umur makin bertambah. :*

    btw, sebelumnya aku mau ucapin selamat ultah dulu..
    *tiup terompet*

    Semoga tetap awesome ya Mih. *kadoin lingerie*

    Jadi ceritanya gua mau ikutan kuis nih Mih.

    Dalam hidup nggak pernah ada yang pernah benar-benar tidak pernah salah memilih, termasuk gua. 😀 *bijak banget yah*

    Setiap pilihan selalu memiliki resiko, dan untungnya gua bisa berdamai dengan semua resiko yang gua terima akibat salah memilih. Saat ini gua nggak menyesali apa yang sudah terjadi dan apa yang gua dapatin saat ini.

    Penyesalan terbesar gua mungkin baru akan gua rasakan jika gua mendadak berubah jadi orang yang ga bersyukur atas apa-apa yang sudah gua alami nantinya. 🙂

    Like

  23. sebelumnya salam kenal ya kak, dan selamat ulang tahun. semoga hari selanjutnya tidak seburuk masa lampau yang lalu. jangan terus di kenang kak. *bhahaha

    berbicara tentang penyesalan, memang jika di tuturkan penyesalan itu sama dengan aib seseorang, tapi tak apalah toh ini untuk bercerita saja. menurutku penyesalan ku itu banyak sekali, tapi yang terkenang hanya 1.
    aku pernah menyesal, dan penyesalan itu hadir sampai detik ini. dulu aku bisa dikatakan cewek remaja kejam, setiap aku merasa bosan dengan 1 cowok aku selalu membuangnya, menganggapnya tak ada, padahal kita belum saling menyetujui untuk putus. umurku saat itu bisa di bilang sangat awam, bayangkan di usia SMP aku udah kenal apa itu cinta untuk lawan jenis. jika diputar kembali pasti lucu, tapi kesannya miris. seminggu sekali bisa ganti pacar 2 kali dalam waktu berjalan hampir setengah tahun, bayangkan 2 kali dalam seminggu lalu putus setelah 3 hari berhubungan, ini sangat kejam. dan sekarang aku baru sadar ternyata untuk seusia dini seperti ini berbicara tentang cinta itu pasti ribet, sampai detik ini aku enggak pernah tau sebenarnya apa itu cinta, katanya cinta itu membahagiakan tapi kok banyak sakitnya? kata orang cinta itu mendewasakan diri, bagaimana membuat seseorang dewasa kalau setelah menyesal harus menangis, bukankah menangis membuat putus asa bisa di katakan mirip balita? dan saat inilah aku baru sadar, jika kehidupan itu berputar. dulu membahagiakan kini menyesakan. menyia-menyiakan sosok yang benar-benar menyayangi dan membuang harapan cinta cowok yang penuh pengorbanan, itu semua pasti tak bisa terulang. jika terulang mungkin akan berubah tak sesempurna dulu, andai dulu aku benar-benar mengerti jika menyakiti akan di balas lebih kejam pasti tidak seperti ini jadinya. sekarang, harus siap dan merasa terbiasa di buang kembali.

    cukup seperti ini penyesalan ku kak, gak kuat nulis, bawaannya pengen berubah jadi kingkong dah ah. haha 😀 *the end

    Like

  24. Mamiiih, Selamat ulang tahun dan selamat paskah!
    Apa yang aku sesali? Hmm.. ada beberapa sih mih tapi dari yang beberapa itu aja aku bisa cerita panjang lebar banget dan kalau udah kepanjangan gitu nanti bukannya nulis komen mih tapi jadinya novel kaya A Journey. Jadi, bagaimana kalau penyesalan-penyesalan aku itu aku jadiin novel mih? Judulnya A Journey : The Untold Story. Nanti mamih aku kasih gratis lah kalau udah terbit. 😀

    Salah satu hal yang gak aku sesali adalah kenal mamih di medsos dan ketemu mamih di dunia nyata. Salah satu panutan dalam hal “Gak pernah menyerah dan lelah walau sering kalah dan dibully soal lomba dan Hollow Blender.” Kamuh batu, mih!

    Like

  25. Penyesalah terbesar yang dalam hidupku itu terjadi sejak 2 tahun yang lalu, ketika di mana aku berjanji kepada seseorang untuk datang dan menemuinya, tapi karena hari itu aku sibuk sekali aku lupa dan akhirnya tidak datang, padahal pertemuan itu sangat penting. Saat itu hpku low, jadi pesan dari dia, telepon dari dia tak bisa masuk. Dan alam seakan-akan juga ikut mendukung, aku baru ingat janji itu ketika 2 hari setelahnya. Dan aku berusaha untuk menghubungi dia tapi ternyata tidak aktif, aku mendatangi ke rumahnya, tapi dia tidak mau menemuiku. Hingga sekarang pun hubungan kami merenggang, dingin, seakan-akan kami adalah dua orang yang tak saling kenal. Menyakitkan sekali rasanya dibenci seseorang yang kita sayang hanya karena keteledoran kita.
    Dan sejak saat itu aku selalu mencatat apa pun janji di notes kecil yang aku bawa ke mana-mana, aku cek setiap hari, Supaya kejadian itu tidak terulang.

    Like

  26. Suk san wan gerth phi (selamat ulang tahun ya kak *maaf pakai bahasa thailand)
    dan salam kenal kak.

    Penyesalan terberat, saat aku di kelas 10. Aku beserta ke-4 temanku mendapat beasiswa untuk study banding ke Jepang. Dengan segala macam bujuk rayu sama orang tua, akhirnya mereka memberikan izin kepadaku. Segala macam pertemuan dan mungkin bisa disebut seleksi tidak langsung, aku pun lolos. Saat mengetahui bahwa untuk hidup disana tidak dibiayai sekolah alias dari uang pribadi, aku pun menyetujuinya. Namun, saat mengetahui kami ber-4 tidak ada yang lolos untuk study banding disana…. hatiku menangis kak. Aku sampai menerawang, kira-kira kesempatan seperti ini masih singgah-kah kepadaku? Dan aku berharap, suatu hari nanti aku bisa belajar diluar negri. Kini, aku berada di semester 4, dan terkadang aku iseng mencari beasiswa keluar negri, khususnya Thailand. Ya, mudah-mudahan saja, aku bisa mewujudkan keinginanku. bagiku, gagal berkali-kali itu tak masalah, yang jadi masalahnya adalah, saat aku gagal dan aku berhenti, dan aku tak mau itu terjadi.

    Like

  27. selamat ulang tahun, mamih! ^^

    penyesalan terbesar adalah empat tahun lalu ngikutin kehendak orang tua masuk ke jurusan yang mereka inginkan dan saya sama sekali gak ada niat dam minat ke jurusan itu. dulu sih mikirnya orang tua pasti tahu yang terbaik buat anaknya. akan tetapi, setelah masuk ke tempat kuliah, semuanya jadi tampak susah. bukan karena nggak berusaha. mungkin karena tiap orang punya kapasitas dan kemampuannya sendiri2 kali, ya. jadinya ya jalanin kuliah yang gak sesuai sama kemampuan saya itu gak pakai hati . gitu2 aja.

    andai dulu berani buat bilang nggak sama orang tua, mungkin sekarang saya nggak ‘terjebak’ kali, ya. :””)

    Like

  28. ikutan ah.. untung dikasih tahu mbah indah.

    sebelumnya, selamat ultah, mamih forever young… salam kenal juga :))

    penyesalan terbesar saya adalah, saya terus memendam apa yang sebenarnya saya ingin lakukan. saya ingin melakukan banyak hal tapi sering kali memilih alternatif yang lain hanya karena orang di sekeliling saya mengharapkan saya melakukan sesuatu yang lain itu. separuhnya juga karena saya berpikir bahwa kalau saya melakukan apa yang diharapkan oleh orang lain, pilihan itu akan lebih mudah saya jalani. ternyata tidak juga, malah melahirkan penyesalan terbesar kedua, yaitu: saya begitu bodoh membiarkan pola yang sama terjadi berkali-kali dan baru menyadarinya sekarang, saat seharusnya saya sudah tinggal berjalan mantap.

    resolusi saya sekarang ini: akan melakukan apa yang saya harapkan untuk diri saya. (semacam) persetan dengan harapan orang lain. sebab saya tak mau hidup kehilangan arti, kehilangan arah lagi.

    Like

  29. Mamih selamat berumur..~~
    Videonya ala-ala Cinta AADC gitu ya mih? Tapi suka..~~ Karna mamih terdengar muda *dirajam*

    Penyesalan terbesar adalah waktu SMA. Engga pernah berani menungkapkan perasaan. Dari kelas 10 suka sama cowo, udah deket banget tapi engga Ada yang berani bilang duluan, sampe pas perpisahan akhirnya aku beraniin diri buat bilang, ya biar lega aja sih. Tau dia bilang apa ? “Sebenernya aku sayang banget sama kamu,cuma engga berani bilang Karna takut kamu ngejauh” WHAATT?? NYESEK MIH NYESEK. Tapi akhirnya aku yang yaudahlah kenapa dia engga berani bilang. SALAH DIA DONG, KENAPA ENGGA BERANI. Akhirnya kami masi temenan sih, dan dia udah nikah dan sekarang masi suka flirting sama aku. Diiihh apa banget… Jadi nyesel kenapa dulu bilang suka sama dia. *eh. Hahahaha

    Telat nih aku tau GA mamih,,hiks.. Tapi gakpapa, mau cerita aja sih. Eheheh

    Like

  30. Sebelumnya met ultah dulu buat ka anastasye, berapa pun umurnya semoga kakak selalu diberi kesehatan, umur yang berkah, kebahagiaan, juga semoga semua harapan dan cita2 yg belum terwujud bisa tercapai ya kak 🙂 aamiin.

    Penyesalan??? Sebenernya ga ada yang perlu disesalin selama hidup ini, hanya saja kita harus berbaik hati untuk memaafkan dan berdamai dengan diri sendiri, hati, dan juga masa lalu.

    Tapi setidaknya, setiap manusia pasti merasakan penyesalan sekali atau lebih dalam hidupnya, termasuk saya salah satunya. Saya punya 2 penyesalan terbesar kak :
    1. Saya gagal tes masuk PTN ternama di Jakarta sampai 4 kali tes, padahal saat itu saya sangat ingin sekali bisa kuliah di sana. Bisa dibilang terobsesi, karena biaya mahal apalagi ini kuliah di PTN ternama, saya mencoba mengikuti beasiswa yang diadakan sebelum masuk. Saya lolos sebagai calon penerima beasiswa, dan jika saya lolos tes, saya bisa kuliah bahkan tanpa uang sepeserpun di sana, tapi dengan syarat saya harus lulus tes yang diadakan baik oleh PTN itu sendiri atau tes SNMPTN, dan harus lulus tes di fakultas manapun dengan jenjang pendidikan S1. Tapi takdir berkata lain.
    2. Dulu waktu SD tertarik bikin puisi gitu, tp itu semua cuma berlangsung saat itu saja, selebihnya saya kubur. Sekarang setelah lebih dari 10 tahun passion itu muncul lagi, tapi bukan hanya puisi, tapi saya juga ingin membuat sebuah novel. Mungkin awalnya belajar untuk membuat ff dulu atau cerpen. Selain itu, saya juga baru menyadari jika saya setidaknya memiliki setitik bakat untuk menggambar, dan membuat sketsa atau mendesign baju, mungkin di akhir saya bisa melukis nantinya (semoga) dan itu semua baru saya sadari semenjak lulus SMA. Terlambat memang ka, terlambat banget. Tapi saya insyaallah ingin mencobanya dari sekarang, bukankah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali ya kak 😀

    Wah maaf kak kepanjangan ceritanya, tapi kak itu suaranya bagus loh, wah ada bakat jadi penyanyi juga ya kak 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s