BFG Goes to IRF

BFG Goes to IRF

Awal Mula

Di suatu hari Sabtu di bulan Agustus, gue ketemu sama @danissyamra. Kita berdua jadi perwakilan BFG yang diundang siaran oleh @bacaituseru yang sayangnya gue telat datang dan gagal eksis.

Bersama @yuliono dan @selebvi
wpid-img-20140823-wa0014.jpg

Usai siaran, gue sama Danis nongkrong di salah satu mall di bilangan Kalibata. Rencana saat itu sih, yang bakal datang nyusul buat ngumpul bareng ada @kopilovie @unidzalika @sulunglahitani dan @mandewi. Eh yang nongol cuma Mbokdew aja.

Kita ngobrol-ngobrol santai setelah Mbokdew selesai membahas naskah novelnya sama Danis. Maklum #KruBFG ini isinya orang-orang kece semua. #halah #disorakinyangbaca

wpid-img-20140823-wa0012.jpg

Danis lalu menyampaikan ide dari Mput aka Mbem aka Shizuka aka Kongja… haduh, aliasnya banyak. Serah deh mo manggil apa. Tapi kalo gue saranin sih panggil Mbem aja, perut sama pipinya luar biasa offside. *kemudian Mput pundung 8 tahun*

Idenya adalah, bagaimana kalo BFG ikut ambil bagian di IRF (Indonesia Readers Festival) yang akan diadakan pada tanggal 6-7 Desember 2014 berlokasi di Museum Gajah? Acara tahunan ini diadakan oleh Goodreads Indonesia yang baru saja mewawancarai BFG lewat @bacaituseru.

Gue tentu saja mengiyakan, ini kesempatan yang bagus untuk publikasi BFG ke masyarakat luar. Kita tidak lagi terbatas pada interaksi dunia maya saja tapi juga bisa bertemu langsung.

Walau gue, Danis dan Mbokdew setuju, tetap semua harus dikembalikan ke teman-teman yang lain. Tidak bisa hanya tiga suara saja yang setuju kalau anggotanya ada 18 orang.

Persiapan

Pembahasan akhirnya berlanjut ke grup paling berisik dan bangke di Whatsapp. Ternyata respon yang didapat juga baik. Semua setuju. Ini demi mengenalkan BFG secara luas, apa yang menjadi visi misi dan tujuan terbentuknya grup ini.

Persiapan yang dilakukan adalah menyediakan kebutuhan apa saja untuk IRF. Yang bertanggung jawab untuk kegiatan ini (secara sukarela) adalah Danis dan Uni #DzalikaDanis2015👫🚲 juga si mamak insekyur Mbokdew sebagai bendaharanya.

Kaos kru dan hadiah games
wpid-img-20141127-wa0000.jpg

Pin
wpid-img-20141208-wa0013.jpg

Kumcer Persembahan pada Bumi yang isinya tulisan #KruBFG dan pemenang #ProyekMenulisBFG
wpid-img-20141208-wa0018.jpg

Setelah semua siap (walau ada beberapa halangan), akhirnya BFG siap eksis di IRF.

Denah booth-booth peserta IRF dan tanda pengenal
wpid-img-20141122-wa0010.jpg

wpid-img-20141122-wa0009.jpg

Hari H

Malam sebelum hari H, Danis sempat parno karena perlengkapan buat booth belum ada di tangannya. Kita yang dikabari juga ikut panik. Gila ya, udah besok, mana mesti pagi-pagi ngedekor. Masa booth kita kosong melompong. Dia sempat marah-marah ke salah satu jasa pengiriman. Untungnya semua cuma salah paham dan bisa berakhir baik. Pagi itu booth BFG sudah dihias.

Penampakan booth BFG sebelum dihias
IMG-20141208-WA0014

Standing banner
wpid-img-20141208-wa0010.jpg

Wall banner
IMG-20141208-WA0008

Gue tiba di lokasi pukul 10 lebih karena mesti nyasar dulu. Itu kali pertama gue datang ke Museum Gajah jadi sama sekali buta jalan ke sana. Patokan gue cuma Monas, karena baca di timeline @bacaituseru kalo lokasinya deketan. Setelah sampe di stasiun Tanahabang, gue langsung mencari bajaj dan bilang kalo mau ke Museum Nasional (nama lain Museum Gajah), diantarlah sama si abang bajaj ke… Monas.

“Museum Nasionalnya di mana, Pak?”

“Di dalam, Bu. Jalan aja lewat situ,” kata si abang bajaj ke pintu masuk Monas.

Gue sempat ragu. Kok di dalam? Beberapa kali ke Monas nggak pernah liat ada museum deh. Tapi karena percaya sama yang sepuh di daerah situ jadilah gue coba berjalan masuk ke Monas. Di kursi taman sempat berhenti buat nanya dan jawaban mereka juga sama.

“Di dalam sana, Bu.”

Dari jauh sih gue udah liat banyak stand-stand di sekitar Monas.

“Wah, ada acara nih. Mungkin bener di sini ada IRF.”

Tapi kemudian gue ragu, tapi memilih tetap jalan terus, tapi ragu lagi dan akhirnya nelepon Mbokdew

…dan ternyata emang salah lokasi. Ternyata mereka nangkepnya Monumen Nasional.

YA DODOE PA NGONI DANG!

Gilingan, udah jalan jauh bawa dua krucil eh salah arah ternyata. Akhirnya gue mastiin lagi dengan nanya ke om-om brimop yang lagi jaga. Dengan jelas dia bilang kalo Museum Gajah di samping Monas, dekat halte TransJkt jadi gue mesti muter keluar dulu.

Hari masih pagi dan cuaca bulan Desember cukup bersahabat. Gue jalan sambil gandeng dua krucil muterin Monas ke arah Museum Gajah. Dulu zaman kuliah, jalan kaki ke mana-mana itu biasa. Sampe seneng mendaki juga dan bawa carriel gede. Ternyata pas udah punya anak dan fisik lebih sering ngadem di rumah, skill berjalan kaki jauh nggak mumpuni lagi. Sampe lokasi guenya udah ngos-ngosan.

Banner IRF di depan Museum Gajah
IMG-20141208-WA0019

Tiba di booth hanya ada Danis sama Mbokdew, Mput sama Uni sedang ikut workshop di basement. Gue juga daftar tapi karena bawa anak terpaksa batalin ikut. Eh, nggak berapa lama Mput sama Uni malah nongol.

wpid-img-20141206-wa0008.jpg

Booth-booth mulai ramai pengunjung. Apalagi sesekali ada bookswap dan bookwar tak jauh dari booth BFG. Tak lama juga beberapa pengunjung mampir ke booth BFG, ada yang sekadar tanya-tanya, ada juga yang ikutan games.

Games hari pertama berupa 3 soal TTS yang bisa dipilih pengunjung. Jika bisa mengisi semua, mereka akan mendapatkan hadiah buku PpB atau kaos. Jika hanya bisa mengisi 5 kotak atau lebih, mereka akan mendapatkan sebuah pin. Banyak yang mengeluh kalo pertanyaan TTS buat games-nya sukar. Ya, kalo gampang mah hadiah gratisan di chiki namanya.

Beberapa pemenang games
IMG-20141208-WA0012

wpid-img-20141208-wa0009.jpg

wpid-img-20141208-wa0011.jpg

wpid-img-20141208-wa0022.jpg

Pengunjung yang ikutan eksis di banner BFG
IMG-20141208-WA0021

IMG-20141208-WA0024

IMG-20141208-WA0025

Mbak @authorizuka dan @sayaquavi yang ikut mampir ke booth BFG.
wpid-img-20141208-wa0004.jpg

Groufie #KruBFG

wpid-img-20141208-wa0007.jpg

10407188_10202261803500922_7139416476856033231_n

10848010_10202261805500972_817399930910525864_n

Akhir Kata

Hasil dari Dropbox yang berisi sumbangan dari para donatur
wpid-img-20141208-wa0017.jpg

Terima kasih banyak untuk semua pihak yang terkait dalam acara #BFGGoesToIRF

Terima kasih buat Goodreads Indonesia sebagai penyelenggara dan mengizinkan BFG ambil bagian dalam acara ini. Semoga BFG bisa berpartisipasi kembali tahun depan.

Terima kasih buat @jungjawa yang sudah direpotkan dengan banner BFG.

Terima kasih buat @redcarra aka Mamak Misae aka Mamak Aguilera yang udah meluangan waktu mendesain kaos BFG.

Terima kasih untuk para donatur buku:
@authorizuka
@sayaquavi
@azuchan
@bbi_2011
@muthzf
@kony_drakka
Segala kebaikan kalian akan dibalas Tuhan nantinya.

Terima kasih untuk semua #KruBFG yang terlibat dalam acara, yang sudah datang, yang ngadmin Twitter, bahkan yang tak bisa datang tapi memberi yang support luar biasa besarnya.

Dan tentu saja, terima kasih untuk para pengunjung yang sudah mampir dan bermain games di booth BFG.

Mari berbuat baik untuk sesama.

Jangan lupa untuk ikutan #LelangBFG di @bookaholicfund yang bisa muncul sewaktu-waktu.
Ah iya, hampir lupa… Di awal tahun depan BFG tepat berusia satu tahun. Akan ada kejutan besar dari kami. Apa itu? Pantengin aja Road to BFG Anniversary di @bookaholicfund nanti ya.

With love,
@naztaaa

2 thoughts on “BFG Goes to IRF

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s